Kenapa 3 Brand, Bukan 1?
Pertanyaan yang sering muncul: “Kenapa sih bikin 3 brand? Kenapa nggak 1 aja?”
Jawabannya sederhana: karena pria Indonesia bukan cuma 1 tipe.
Filosofi: 1 Pabrik, 3 Persona
Coba lihat 3 temen lo:
- Si A: Kalem. Kerjanya rapi. Ngomong seperlunya. Tapi pas dia ngomong — semua dengerin.
- Si B: Energik. Ketawa paling keras. Datang paling duluan. Pulang paling terakhir.
- Si C: Misterius. Lo nggak pernah yakin dia mikir apa. Tapi lo selalu nyaman di dekat dia.
Mereka semua keren. Tapi dengan cara yang beda.
Kenapa mereka harus pakai parfum yang sama?
EXISTENCE: Untuk Si A
Dibuat dari observasi: banyak pria Indonesia yang nggak butuh “teriak.” Mereka udah didengar. Mereka udah dihormati. Yang mereka butuhkan adalah parfum yang menguatkan itu — tanpa mengubahnya.
EXISTENCE = kehadiran tanpa perlu penjelasan.
Clean. Sophisticated. Understated. Seperti pria yang masuk ruangan dan semua orang diam-diam respect — bukan karena dia takut, tapi karena dia… hadir.
SPL: Untuk Si B
Dibuat dari realita: banyak pria Indonesia yang harinya panjang. Berangkat subuh. Pulang malam. Panas, debu, keringat. Parfum biasa hilang jam 10 pagi.
Mereka butuh parfum yang sekuat mereka.
SPL = bold yang nggak minta maaf.
Woody. Persistent. Memorable. Seperti pria yang kerjanya di lapangan, bukan di balik meja — dan tetep wangi sampai jam 6 sore.
VIOR: Untuk Si C
Dibuat dari pengamatan: pria paling menarik bukan yang paling berisik. Tapi yang paling… intriguing. Yang bikin lo penasaran. Yang setelah lo ketemu, lo mikir: “Dia orangnya gimana sih sebenernya?”
VIOR = intrigue yang nggak bisa dijelaskan.
Warm. Amber. Magnetic. Seperti pria yang lo kenal 2 tahun dan lo masih merasa ada yang belum lo tahu — dan justru itu yang bikin lo terus penasaran.
Bukan 1 Brand dengan 3 Varian
Ini keputusan sadar. Banyak brand bikin 1 brand dengan banyak varian. Hasilnya? Bingung. “Ini tuh brand-nya apa sih?” “Oh yang wangi-wangi itu ya?”
Dengan 3 brand terpisah, setiap brand punya:
- Identitas sendiri — nggak numpang
- Story sendiri — nggak campur
- Audience sendiri — nggak bingung
Simplicity branding: 1 brand, 1 message, 1 audience.
Kenapa Nggak Takut “Ngancurin” Brand Sendiri?
Pertanyaan umum: “Tapi kan nanti saingan sama brand sendiri?”
Nggak. Karena mereka untuk orang yang beda. Pria yang beli EXISTENCE nggak akan “pindah” ke SPL — karena kebutuhannya beda. Pria yang butuh bold nggak akan puas dengan clean. Pria yang butuh intrigue nggak akan nyaman dengan bold.
Mereka bukan kompetitor. Mereka adalah jawaban untuk 3 pertanyaan berbeda.
Di Balik Layar
Ketiga brand ini lahir dari research panjang:
- Ratusan jam observasi pria Indonesia
- Ribuan feedback dari pengguna
- Puluhan iterasi formula
Tujuannya bukan bikin “parfum yang enak.” Itu gampang. Tujuannya: bikin parfum yang tepat untuk pria yang tepat.
Dan setelah research — jawabannya bukan 1. Tapi 3.
Pilih Lo Yang Mana?
Lo nggak harus pilih 1 selamanya. Lo bisa jadi Si A di kantor (EXISTENCE), Si B di weekend (SPL), Si C di kencan (VIOR).
Tapi kalau dipaksa pilih 1 yang paling “lo”… lo yang mana?
3 brand. 3 persona. 1 misi: bikin pria Indonesia wangi dengan cara mereka sendiri.
EXISTENCE → · SPL → · VIOR →